Jumat, 09 Maret 2018

Ditulis dan dipostingkan oleh Damin.

Para pembaca yang budiman. Sebagaimana  diketahui bahwa pendidikan adalah tugas bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Pemerintah menyelenggarakan pendidikan formal yang berjenis dan berjenjang. Penyelenggaraaan pendidikan oleh pemerintah dimulai dari Play Group, Taman Kanak Kanak, tingkat dasar, tingkat menengah hingga perguruan tinggi. Pemerintah juga memberikan rambu rambu penyelenggaraaan pendidikan oleh pemerintah itu sendiri, masyarakat dan keluarga dengan mengeluarkan Undang Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang berlaku untuk penyelenggaraan pendidikan di NKRI  (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Menurut UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pada BAB II pasal 3 dinyatakan fungsi dan tujuan Pendididkan Nasional. Fungsi Pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 

Demikian baik dan ideal tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana telah penulis utarakan di atas bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. Walaupun keluarga telah menyekolahkan anak anak mereka ke sekolah sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat, bukan berarti keluarga lepas tanggung jawab. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab bersama, keluarga harus mendidik, membimbing, dan mengarahkan anak anak mereka sewaktu anak anak berada di lingkungan keluarga.. 

Walaupun para orang tua mengirim anak anak mereka ke sekolah sekolah negeri, sekolah sekolah swasta atau sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, mereka mempunyai tanggung jawab yang demikian besar untuk pendidikan anak anak mereka.  Anak anak yang bersekolah di satuan pendidikan tertentu, mereka pulang ke keluarganya masing masing pada sore dan malam hari. Mereka juga berada di dalam lingkungan keluarga mereka pada saat hari libur. Dengan kesadaran yang demikian besar antara masyarakat, pemerintah dan keluarga untuk ikut mencapai tujuan pendidikan adalah merupakan salah satu ciri dari pendidikan masa kini. 

Dengan jaringan internet pada komputer, lap top, tablet, note book dan berbagai jenis hand phone telah memicu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian cepat. Sebagai efek samping dari layanan online ini, ujian nasional pun dilaksanakan dengan berbasis komputer dengan istilah UNBK. UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir di tingkat SMP, SMA ,SMK dan sederajat. Para orang tua yang mempunyai anak anak di berbagai jenjang dan jenis pendidikan yang akan menempuh ulangan, test, dan ujian baik itu ulangan harian, test tengah semester, tes akhir semester, UASBN atau UNBK, mereka seyogyanya menemani dan mendampingi anak anak mereka dalam mempersiapkan ulangan test atau ujian. 

Menurut laman Sahabat Keluarga ada beberapa kiat untuk menghadapi Ujian Nasional tahun 2018. Pada gambar poster tersebut ada sebuah slogan Prestasi Penting Jujur Yang Utama. Disamping itu, pada gambar tertulis beberapa hal yang perlu dipersiapakan bagi para peserta didik dalam menghadapi Ujian Nasional tahun 2018 yang berhubungan dengan Jiwa,Raga dan Teknis. Berkaitan dengan jiwa dan raga yang perlu dipersiapkan para peserta didik adalah: 1) menjaga kesehatan, 2)berdoa dan meminta restu orang tua, 3) berpikir positip, 4)percaya diri, 5) yakin jika berusaha pasti akan berhasil dan 6) tidak tergoda membeli kunci jawaban. Sedangkan yang dipersiapakan para peserta didik yang berkaitan dengan teknis adalah sebagai berikut: 1) perbanyak latihan mengerjakan soal soal tahun lalu, 2) belajar kelompok dan bertanya guru jika perlu, 3) menggunakan catatan/ mind mapping untuk mengingat materi, 4) persiapan perlengkapan ujian 5) di saat ujian tetap konsentrasi dan mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Rujukan penulisan Kiat Kiat Mengadapi Ujian Nasional tahun 2018 

Para pembaca yang budiman, kepercayaan diri para peserta didik disaat mengerjakan ujian nasional adalah hal yang sangat penting. Kepercayaan diri akan tumbuh apabila para peserta didik mampu menguasai sebagaian besar materi yang akan diujikan. Penguasaan materi pelajaran dilaksanakan oleh para siswa  di sekolah dan di rumah. Ketika berada di sekolah. para siswa dalam belajar akan bersama teman teman mereka dan dipandu oleh bapak ibu guru yang mengajar. Bila para peserta didik belajar pelajaran di rumah tentu mereka akan ditemani dan didampingi oleh kakak atau orang tua mereka. Perhatian dan motivasi kakak atau orang tua siswa dalam menghadapi Ujian Nasional sangatlah penting. Sebagai salah satu wujud perhatian kakak atau orang tua adalah mematikan televisi, mematikan radio, dan bila perlu menonaktifkan hand phone atau membuat nada getar pada saat anak anak atau adik sedang belajar.

Orang tua perlu menyadari bahwa keberhasilan peserta didik dalam pendidikan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah,pemerintah atau masyarakat. Peran keluarga dalam pendidikan termasuk kunci utama untuk keberhasilan anak anak mereka dalam mencapai tujuan pendidikan. Orang tua akan merasa senang bila anak mereka menjadi manuasia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua akan merasa bahagia apabila anak mereka memiliki aklhak mulia, orang tua akan merasa gembira bila anak anak mereka berilmu, cakap, kratif dan mandiri, orang tua akan merasa bangga apabila anak anak mereka menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.


Posting Artikel  ini disertakan pada Lomba Blog pada laman:
#sahabatkeluarga


Senin, 12 Februari 2018

Ditulis lan dipostingke dening admin Blog


Para kanca kabeh. Ana ing kalodangan iki, penulis berbagi pengalaman kanthi judul "Udan deres ana ing tengahing Alas Bojonegoro Nganjuk"

Wayah sore, aku ibune lan anak kang nomor 3, wis nglewati Dander Bojonegoro. Arep mlebu alas ...ban ngarep sepedha motor nggembes. Alhamdulillah...ana pawongan kan nulung nuduhake bengkel kang gelem nembel ban. Aku gak gelem resiko amergo wis ana 3 tambalan,, aku nyuwun ban diganti kang anyar. Perlu 1/2 jam Mase ngrampungake bongkar lan pasang ban anyar..

Jam ana ing HP nuduhake angka 19.00. Adhan Isyak wis mulai dak rungokake. Angin sempribit lan udan deres banget. Kilat lan gluduk nyamber nyamber nambah suasanane ati misris. Nanging tujuan saka ngomah kang gilig  kudu kaleksanan ya kuwi tilik anak kang no 2 kang nembe ngudi kawuruh ana ing Gontor 3, Gurah, Kediri. 

Aku, ibune lan anak kang angka 3 nganggo jas udan sakdurunge nembus dalan kang nglewati alas sekitar 50 km. Saking deresing banyu kang tiba saka langit, ya awak tetep teles. Aku ora wedi anane wedenan awujud pocong, wewe gombel, lan memedi liyane. Aku gak samar marang dalan kang dak lewati. Aku mung wedi dening pawongan kang ana niat ora apik. Aku ugo samar marang anane rewele sepedha motor ana tengah alas kang dak lewati.

Subhannalloh...walhamdulillah...walailahaillalloh huwallohuakbar.....
Dhikir ....ana sakjeroning ati. Anak lan sisihanku ugo ndremimil ana ing lathi ukoro kuwi. Ngancik ana ing dalan laladan alas Nganjuk...ana cah nonoman 3 kang mandhek nganggo sepedha motor.. Sandhangan lan nggon nggonane nyala wadi. Aku ngebel...dhit dhit dhit...karo pawongan mau. Aku nge gas sepedha motor sak kenceng kencenge. Mung wae aku ngati ati merga dalan nikang nikung lan munggah mudun.

Alhamdulillah...cah .nom noman mau ora ana niat elek. Nanging aku kudu tetep waspada. Aku tekan Kota Nganjuk kira kira jam 9 bengi. Tekan Kediri jam 11.30 kanthi slamet lujeng Alhamdulillah.....Udan, bledek lan gluduk mono mung paringane Gusti Allah...Ya...aku ora keno ngresulo, sing penting gusti muga tansah maringi sehat, seger kuwarasan, lan slamet fidun ys  wal akhiroh. Slamet ndonyane ya slamet akherate. 

Selasa, 15 Agustus 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog



Perjuangan dengan segala pengorbanan telah dilaksanakan oleh para pejuang negeri ini pada saat kemerdekaan sekitar 72 tahun lalu . Tak hanya harta benda yang dikorbankan tetapi juga keluarga dan nyawa yang dipertaruhkan. Tak terhitung dengan nilai rupiah dan tak tergadaikan dengan nilai dollar. Dengan semangat perjuangan, para pejuang dengan segala daya upaya telah melepaskan negeri ini dari para penjajah yang sangat kejam.

Sebuah kenyataan.....apabila kita hidup di saat itu tentu kita terlibat dengan perjuangan untuk menegakkan merah putih tetap berkibar di negeri kita tercinta INDONESIA. Ikut menelorkankan dasar yang kuat bagi bangsa ini yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai salah satu alat pemersatu bangsa dan sekaligus untuk meraih tujuan didirikannya negeri ini yang terdapat pada Alinia ke IV Pembukaan UUD 1945.

Kita sebagai bagian dari negeri ini tentu bakal mempertahankan keerdekaan dengan cara mengisi kemerdekaan. salah satu diantaranya adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa negeri tercinta kita INDONESIA. Bahu membahu untuk saling bekerja sama mengisi kemerdekaan dengan bekerja keras sesui dengan bidang pekerjaan kita masing masing. Memang belum sepenuhnya tercapai cita cita para pendiri dan masyarakat pejuang  negeri ini, tapi paling tidak kita selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk diri kita, keluarga dan negeri ini.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia dan orang orang yang berjuang ikut mendukung berdirinya negeri ini. Dan semoga kita yang merupakan bagian dari negeri ini dapat ikut mempertahankan dan sekaligus mengisi kemerdekaan negeri ini sampai hembusan nafas yang terakhir.

DIRGAHAYU  REPUBLIK INDONESIA YANG KE 72

Api Abadi Merapen....Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog

Nyala api dari bumi yang tak pernah padam.....Sebuah fenomena alam....yang menurut cerita rakyat setempat....merupakan peninggalan dari Salah Waliulloh Sunan Kalijaga (Raden Sahid) waktu Kerajaan Demak Bintoro.....benar tidaknya cerita ini....Waullohu Alam...Hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui.....di Godong Purwodadi. Api ini beberapa kali diambil untuk event nasional....misalnya Api PON.....beberapa tahun lalu....Kami menyempatkan mampir disaat perjalanan jauh dari Kediri ke Temanggung........


Sabtu, 13 Mei 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog
Hari libur adalah hari dimana kita dapat refreshing. Dengan tiket dan parkir yang amat bersahabat, Lorodan Semar adalah sebuah tempat yang cukup baik untuk memanjakan anak bermain air. Merupakan sebuah tempat wisata air dan pemadangan di wilayah Pegunungan Kendeng yang letaknya tidak jauh dari Bukit Pandang. Satu lokasi. Lorodan Semar menawarkan wisata air alami. Air selalu bersih karena mengalir deras dari mata air raksasa di Pegunungan Kendeng yang berada di sekitar wilayah tersebut. Untuk mencapai Lorodan Semar dari Pati ke Kayen (arah Purwodadi). Dari Kayen sekitar 2 km ke arah selatan (arah Desa Purwokerto/Beketel). Jalan sudah beraspal. Tapi bila musim hujan  dan debit air sungai besar tempat ini ditutup karena berbahaya.








Jumat, 12 Mei 2017

Dituis dan dipostingkan oleh Admin. Assalamualaikum Wr Wb. Para pembaca yang budiman.

Bila para pembaca senang ber adventure dan travelling, Bukit Pandang adalah sebuah tawaran obyek yang masih perawan. Terletak di kawasan Pegunungan Kendeng (Pegunungan Kendeng) tepatnya di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Dikelola oleh masyarakat setempat dan Karang Taruna Desa Duren Sawit yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Pati, MOU dengan Perhutani dan Angsuransi Keselamatan. Walau sedikit agak panas karena terletak di Kawasan Pegunungan Kapur, tapi bagi anda yang ingin refreshing mengapa tidak datang saja di kawasan ini. 

Dari kota Pati ambil arah ke selatan (arah Purwodadi) dan kira kira 16 km, anda akan masuk Kayen. Ambil arah Duren sawit Purwokerto (Beketel). Dari Kayen kira kira 2 km. Masuk obyek cukup dengan Rp. 3.000 per orang  dan parkir 3.000 utk sepeda motor, anda akan sepuasnya selfie di tempat yang baru tiga setengah bulan dibuka untuk umum. Selamat beradventure di Pegunungan Kendeng...











Rabu, 10 Mei 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog.

Assalamulaikum Wr Wb....Semua teman
Ijinkan aku sharing sebuah judul diatas. Rasa peduli atau rasa sosial pada orang lain sudah ada sejak masa dulu. Ini dapat dibuktikan dari keberadaan beberapa bangunan yang dibangun pada masa dahulu yang hingga sekarang masih berdiri dengan megah. Misalnya Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, Candi Prambanan, Masjid Agung Demak dan bangunan bersejarah lainnya. Bangunan bangunan tersebut ada tentu karena ada rasa kepedulian yang demikian besar dari sebagian besar masyarakat Indonesia pada jaman itu, Tidak hanya itu, dasar negara  yang berurat dan berakar dari Kebudayaan masyarakat Indonesia yaitu Pancasila, khususnya pada sila Kemanusiaaan Yang Adil Dan Beradab dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia juga menunjukkkan adanya rasa sosial dan rasa peduli yang sangat tinggi di negeri kita Indonesia ini.

Tadi siang. pada waktu jam istirahat, aku dan beberapa teman ngobrol di ruang guru. Salah satu teman bercerita. Istri dari temanku menjadi seorang guru di sebuah SMA. Ia bangun pukul 5 kemudian sholat shubuh dan setelah itu ia membangunkan anak anaknya. Istri temanku  tadi hanya sempat menyiapkan baju sekolah dan seragam lainnya. Ia tidak sempat menyiapkan makanan dan minum untuk sarapan anak anaknya. Pukul 06.00, ia harus meninggalkan rumah untuk bekerja mengajar di sekolah. Dengan jarak cukup jauh sekitar 20 km, ditempuh dengan kurang lebih 55 menit dengan kecepatan sedang. Dengan datang di sekolah kurang dari pukul 07.00, ia aman absensi dengan finger (jari).

Apa yang terjadi di jalan? Di jalan raya sekitar 10 meter dihadapannya, ada sebuah kecelakaan dimana ada seorang siswa berseragam SMA sedang menolong seorang yang jatuh dengan jilbab dan baju siswa tersebut berlumuran darah. Sebenarnya banyak para pegaai yang lewat diwaktu itu, tapi mereka  acuh dengan hal ini karena dengan menolong berarti harus kehilangan absensi. Dengan kehilangan absensi sekali saja maka akan kehilangan Tunjangan Perbaikan Penghasilan. Sekali tidak absen dianggap dengan alasan apapun tidak dibenarkan. Ini berati dua pilihan yang sangat amat sulit sekali. Menolong bearti harus rela kehilangan sekitar 2.000.000 TPP sebulan. Oleh karena itu banyak pegawai yang lalu lalang di TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang acuh atau tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi. Mata dan hati mereka sudah tertutup dengan absen...uang....absen ...uang.

Merasa iba dan rasa sosial yang masih melekat, istri yemanku berhenti. Aku rela kehilangan 2.000.000 atau beberapa persen dari jumlah tersebut untuk membantu siswa kami yang berlumuran darah menyelamatkan jiwa seseorang. Dengan menolong membantu siswa untuk memberikan pertolongan pertama pada korban, istri teman saya tidak kumanan absen dengan finger (jari). Hal ini aturan yang sangat ketat ....sekali tidak absen dianggap tidak disiplin dan TPP tidak dikeluarkan.

Setelah melakukan pertolongan istri dari temanku ke sekolah untuk mengajar. Ia harus pulang sekolah pukul 04.00 sore. Ia sampai dirumah pukul 05.00. Bu....kata para tetangga Njenengan sekarang  kok tidak pernah ikut RT nan atau Jemaah Ngaji Yasinan Bu? Ia menjawab ...Wah maaf Ibu Ibu saya kerja pagi dan pulang menjelang magrib. Kalau arisan dilaksanakan jam 03.30, aku masih di kantor dan sampai dirumah pukul 05.00. Jadi aku minta maaf Bu...

Belum lagi protes dari anak anak kandung di rumah. Mama kok pergi kerja fajar dan pulang menjelang magrib...Sehingga tidak sempat mengantar aku pergi ngaji atau les? Demikian protes si kecil.

Pra pembaca yang budiman ...Inilah sedikit cermin dari keadaan di negara kita tercinta Indonesia. Para pembaca yang budiman. Aku menuliskan hal ini bukan aku anti disiplin. Aku suka dan selalu berusaha tepat waktu atau berdisiplin. 

Full day school (sekolah sehari penuh) dan disiplin yang demikian kaku yang telah dan akan dilakukan  sebagai salah satu akibatnya adalah akan menghilangkan rasa kepedulian dan rasa sosial antar sesama masyarakat. Dengan diberlakukan aturan yang demikian akan menimbulkan rasa egois yang demikian tinggi. Rasa mementingkan kepentingan diri untuk mengejar materi. 

Bukankah salah satu tujuan pendidikan adalah memupuk rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi? . Displin tidak harus menghilangkan rasa peduli. Disiplin tidak harus melenyapkan kepekaan sosial. Disiplin tidak harus egois atau mementingkan diri sendiri. Semoga tulisan ini menjadi salah satu bahan dikusi dan bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan di negeri ini. Tak ada gading yang tak retak. Tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini, Demikian, terima kasih. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Senin, 08 Mei 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog.Sabtu pagi, seperti biasa, aku menuju ke tempat kerja dengan sepeda motor. Dari Pati sekitar pukul 06.15. Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim dan renungan dalam hati, aku menuju  ke SMP Negeri 1 Kayen. Sesampai di kretek Tanjang, sepeda dapat berjalan dengan lancar dan baik. Tetapi setelah aku sampai di Desa Sambiroto 100 km dari jembatan sepeda motor yang aku kendarai tiba tiba berhenti mendadak. Untung, aku mengendarai dalam kecepatan sedang. Dan untungnya lagi dari  dibelakang dan dari depan tidak ada kendaraan yang berjarak dekat. Aku perlahan menepi. Ambil bahu jalan sebelah kiri.

Aku mencoba menghidupkan sepeda dengan double starter tapi stater mati. Kucoba dengan starter bawah dengan menggerakkan atau menekan dengan kaki...tapi sayang mesin tak mau bergerak. Tidak boleh putus asa. Aku stop kendaraan brondol yang sedang lewat, tapi tak satupun yang mau berhenti. Ada beberapa sepeda motor yang berhenti menanyaakan apa yang aku alami, Bahkan ada seorang pemuda yang berhenti menawari aku untuk didorong tapi aku hanya mengucap terima kasih sambil berkata biar aku tuntun Mas. Ya... aku mendorong kira kira seratus meter. Aku temukan bengkel sepeda motor. Aku mencoba  bertanya apa yang sedang sepedaku alami. Beliau menjawab mungkin seker,ring seker atau stang sekernya Mas. Kemudian saya bertanya pada beliau "Apakah sanggup Bapak membuka dan memperbaikinya? Beliau tampak ragu ragu dalam menjawab. Oleh karena itu aku mengucap terima kasih dan kuputuskan untuk meneruskan perjalanan dengan mendorong sepeda motor.

Setelah 100 meter aku dorong ada bengkel sepeda motor lagi. Maaf mas njenengan saget mbedah lan saget ndadondadosi ingkang sae? Nggih Mas. Beliau menjawab. Namun ngantos menge sonten Pak. Ingkang srusak noponipun Pak? Ya dicek dulu Pak. Dibuka mesinnya. Aku yakin si mechanic ini mengasai mesin. Mesin mulai dibuka bautnnya satu demi satu. Aku tunggui. Sekitar seratus baut dari sebuah mesin kendaraan. Langkah demi langkah mesin kendaraan mulai terbuka.

Cerita punya cerita Mas Mechanic tadi, pernah kerja di perusahaan resmi sepeda di Jakarta. Ia juga pernah bekerja di sebuah bengkel sepeda motor di Pati. Ia cerita juga pernah bekerja sama dengan teman membuat toko onderdil sepeda motor. Tapi sayang setelah teman belajar dar nya dan bisa ...ia diusir secara halus tidak boleh bekerja lagi di tempat itu.

Sore pukul 05.00, sepeda belum jadi. Ternyata kerusakan ada pada jantung dan hati sepeda yaitu bagian dalam stang sekker yang terkunci dan tidak dapat digerakkan. Akhirnya, ia menyerah untuk melanjutkan pekerjaan memperbaiki sepeda pada esok harinya. Mas, aku menyerah. Besok sekitar jam 9 diambil. Ya...aku nggak boleh memaksa. Butuh keahlian dan ketelitian khusus untuk memasang seratus baut lagi dan menjadikan kembali sepeda motor dapat berjalan dengan baik.

Aku harus pulang.Para pembaca yang budiman. Karena sore hari tentu saja tdk ada kendaraan umum yang lewat. Aku mencoba menghentikan beberapa mobil pribadi untuk cari nunutan. Tapi sayang....nggak satupun dari mereka mau berhenti. Akhirnya aku mencoba melambaikan tangan  untuk beberapa sepeda ...Alhamdulillah. Ada seorang anak muda yang mau berhenti. Aku katakan terus terang mau nunut sampai ke Pati. Sampai jalan lingkar Tanjang ya Pak. Baiklah aku menjawab. Terima kasih Mas.

Sesampai di perempatan Tanjang begitu turun aku diberikan sinyal oleh seorang anak muda. ..Mau kemana Pak. Alhamdulillah pucuk dicinta ulam tiba. Orang Mengantuk Disorong Bantal. Mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkan. Nunut ya Mas. Silakan Pak. Aku nunut sampai ke Pati. Masnya mau kemana? Gembong, Pak. Kalau demikian bila Mas tidak keberatan sekalian tolong saya diantar ke Perumnas Kutoharjo depan Alugoro utara Rumah Sakit RAA Soewondo. Mas tadi tidak keberatan. Sebagai rasa terima kasih aku ganti keikhlasan Mas mengantar saya dengan satu lembar uang kertas. Ia sebenarnya, ia tidak mau menerima  tapi aku paksa.

Pagi harinya sepeda aku ambil dan alhamdulillah dapat berfungsi lagi seperti sedia kala. Ya....sehari perjalanan.



Senin, 30 Januari 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.

.

 Sahabat Catatan Perjalanan yang budiman. Hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 tanggal merah. Aku punya libur sehari. Sudah kusepakati dengan istri, Hari Sabtu pagi berangkat  ke Kediri untuk mengobati kangen dan memberi motivasi pada sang buah hati kedua yang sedang tolabul ilmi Darul Ma'rifat. Gontor 3 Gurah Kediri. Seperti biasa Jum'at malam atau malam Sabtu, istri packing pakaian dan  minuman yang perlu dibawa. Sementari itu aku mengecek sepeda motor. Sebelum perjalanan lebih dari 400 km, sepeda motor harus fit, mesin sehat dan oli mesin normal. Maklum sepeda motor sudah tua.

Sabtu pagi, aku,istri dan si bungsu
habis sholat shubuh berangkat dari Kota Pati menuju ke
Kota Kediri. Aku mengambil rute Juwana-Rembang-Blora-Cepu-Bojonegoro-Nganjuk-Kediri. Perjalanan di Rembang kami meampir sejenak di Anjungan Rembang untuk istirahat dan melihat laut lepas dan melepas jas hujan. Anjungan sebelah barat TPI Rembang.Di pagi itu cuaca redup dan gerimis mulai turun rintik rintik . Tetapi setelah sampai di Kora Rembang terang benderang. Oleh karena itu jas hujan kami lepaskan untuk meringankan beban berkendara. Alhamdulillah, perlajanan tanpa disertai hujan sampai ke Kota Kediri pukul 15.00.

Video


Sejenak melepas lelah di POM Bensin, ngisi pertamax, ndinginkan mesin n refreh ketegangngan antara Cepu - Bojonegoro 
Foto Damin SPd.

Walau sejenak bertemu cukup sebagai obat rindu dan suntikan motivasi ke anak no 2, di Gontor 3, Kediri, Jatim.



Tdak boleh egois, walau aku tdk suka durian, dalam perjalanan ke Kota Wisata Batu Malang, dengan Rp. 30,000 sdh bisa dapatkan durian yang super lezaat dan sambil take a rest a while ditepi jalan.



Tidak melewatkan pemandangan sepanjang perjalanan dari Pare Kediri menuju Kota Batu Malang, kawasan hutan pinus dll yang demikian indah dan sejuknya udara...sambil sejenak melepas lelah.




Sejenak mandi dengan air es (air biasa sedingin air es) n Nduha di Masjid Miftahul Huda di sebuah Desa di Kec. Pujon Malang...yang aku heran adalah ada tulisan didalam kamar mandi yang demikian bersih...Jangan Tutup Kran...air bersih demikian bersih melimpah...Kamar mandi putra terpisah dengan kamar mandi putri. Ada sekitar 6 kamar mandi putra dan 6 kamar mandi putri. Subhannalloh...Tidak ditarik ...tapi disediakan kotak amal...Terima Kasih...




Suasana lega...sudah sampai di The Gate (Gapura Gerbang Masuk) Kota Batu.Malang...Take a rest/ have a break ah...for a moment ...termasuk sepeda motornya..




Pilih obyek yang masih gratis ah...di Pusat Kota...untuk menghemat...Apel Raksasa...depan Balai Kota Among Tani...Kota Batu Malang...di pusat kota.




Air Mancur ...di halaman depan Balai Kota Among Tani...Kota Wisata Batu



Indahnya taman di halaman  Depan Balai Kota Among Tani ...Kota Batu Malang

Foto Damin SPd.

Dengan Tiket masuk Rp. 25.000 per orang, kita bisa memetik apel sepuasnya...tapi jangan banyak banyak...karena apel yang kita petik harus ditimbang dibayar Rp. 30.000 per kg nya. Tapi kami hanya beli 1 tiket. Anak istri memetik...saya nunggu diluar kebun...utk penghematan. Oh iya...sekedar info....bonus ...bisa makan apel sepuasnya ditempat...



Meninggalkan Kota Nganjuk Habis Magrib...Rintik rintik hujan. Rasa was was tetap menghantuiku. Menerobos hutan kira kira 50 km dari Nganjuk ke Bojonegoro. Hanya satu kekuatan...Allah...Keraguanku terlepas ketika dalam perjalanan di kesunyian hutan...sekitar pukul 19.00 (7 malam) ada 2 mobil beriringan. Mobil halus aku salip dengan sepeda motor. Eh...ternyata satu mobil merek depan B....menyeret mobil halus ....Merek depan W....Dalam hati...Kami harus bersyukur yang sebesar besarnya...Sepeda motor ....dapat nyelip 2 mobil halus....


Subhanalloh Walhamdulillah Walaillahaillalloh Huallohuakbar...Tak hentinya menghias hati...Menemani perjalanan dari Pati - Kediri - Batu Malang Jatim. Sewaktu berangkat tidak kehujanan. Tetapi sewaktu pulang kehujanan selama 9 jam dari Batu Malang - Pare Kediri- Nganjuk - Bojonegoro - Cepu - Blora - Rembang - Juwana - Pati. Minggu malam. At Midnigt.Middle of The Night. Tengah malam. Sampai rumah (Pati) dengan selamat... Subhanalloh. .Maha Suci Allah...Alhamdulillah....Segala puji bagi Allah.