Senin, 27 Mei 2019

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis
Assalamualaikum Wr Wb, para pembaca yang budiman. Apabila para pembaca adalah seorang guru dari sekolah atau ustad dari sebuah pondok dan sangat menggemari tulis menulis secara online, penulis hadirkan sebuah buku dengan judul BLOG UNTUK WEBSITE SEKOLAH. Buku ini adalah pengalaman penulis 20 tahun menjadi seorang guru dan 10 tahun diberi tugas tambahan menjadi Admin Website Sekolah dimana penulis mengajar.


Blog ternyata bisa diseting dan dikelola menjadi sebuah Website Sekolah. Pengalaman penulis mengikuti beberapa kali lomba Website Sekolah yang diselenggarakan oleh BPTIK Jateng, merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk menyeting Blog dengan tampilan Website Profesional. Blog yang penulis ikut sertakan pada Lomba Pengayaan Sumber Belajar berbasis Website Sekolah yang diselenggarakan oleh BPTIK DIKBUD Jateng pada tahun 2015, Alhamdulilillah berada pada Peringkat 4 Propinsi Jawa Tengah. Memang belum bisa menjadi yang terbaik, tetapi tidak ada salahnya penulis berbagi untuk menyeting dan mengelola Blog untuk dijadikan Website Sekolah.


Buku ini sudah diterbitkan dan ber ISBN, namun baru proses penggandaan. Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr Wb.
Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
     Assalamualaikum Wr Wb para pembaca yang budiman. Keinginan untuk berbagi pengalaman, aku dokumentasikan ke dalam sebuah novel dengan judul MENGGAPAI ASA MERAIH IMPIAN. Novel ini dibantu penerbitannya oleh teman penulis Pak Hendrik dengan nama Penerbit Harta Media. Novel diterbitkan pada awal tahun 2019.


     Menggapai Asa Meraih Impian adalah perjuangan penulis untuk meneruskan SMP,SMA dan Perguruan Tinggi dalam menuntut ilmu. Penulis demikian menyadari bahwa Allah SWT tidak akan merubah suatu nasib suatu kaum apabila mereka sendiri tak mau mengubahnya.

     Ada pepatah mengatakan Maksud Hati Memeluk Gunung Apa Daya Tangan Tak Sampai.Maksud hati ingin meneruskan sekolah atau kuliah namun karena biaya tak mencukupi maka niat dan keinginan untuk melanjutkan menuntut ilmu : sekolah, kuliah, mondok harus dikubur dalam dalam. Mungkin pepatah ini cocok bagi mereka yang kurang percaya kepada Allah SWT. Bukankah salah satu penggalan ayat Al Qur'an mengatakan bahwa Lilahimafisamawati wama filardhi : Dunia langit dan isinya adalah milik Allah SWT.

     Penulis sangat yakin bahwa bila Allah SWT sudah berkehendak maka sesuatu pasti terjadi. Bila gunung yang ingin kita daki demikian tinggi, maka kita bisa tempuh dengan berlari. Bila kita tidak bisa berlari, kita bisa menaiki dengan berjalan. Bila kita tak dapat berjalan, kita bisa mbrangkang bahkan ngansut untuk sampai ke puncak.

     Para pembaca yang budiman, Novel dengan judul Menggapai Asa Meraih Impian, adalah perjuangan penulis untuk mencapai impiannya yaitu ingin memperbaiki nasib. Novel Menggapai Asa Meraih Impian  adalah pengalaman penulis waktu SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Selain itu bagi para pembaca yang suka berpetualang, aku tuliskan pada beberapa bab tentang Mendaki Gunung Ungaran dan Mendaki Gunung Lawu. Tak hanya itu. dalam novel itu ada pengalaman penulis waktu mampir ke Pesantren dan lolos test mengikuti Guru Pemandu atau Instruktur Guru Bahasa Inggris.


     Para pembaca yang budiman, tak ada maksud sedikitpun dari penulis untuk menggurui para pembaca. Tak ada maksud untuk pamer yang dapat menimbulkan salah satu penyakit hati Ujub atau Riya. Namun apa salahnya beberapa kejadian nyata yang aku tuliskan di novel itu dapat menjadikan sebuah motivasi bagi para pembaca.

     Novel ini bisa dimiliki dengan menyokong ongkos terbit dan ongkos cetak dengan  harga yang sangat bersahabat yaitu Rp. 25.000. Para pembaca yang berminat silakan datang sendiri di Foto Copy Depan SMP Negeri 1 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Atau para pembaca yang jauh bisa ditambah Ongkir dengan menghubungi WA 081 390 310 908. Demikian, terima kasih. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum Wr Wb.

Sabtu, 23 Februari 2019

Negeri Indonesia Milik Siapa?

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokhatuh para pembaca yang budiman.
#17 April 2019. Adalah suatu hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Di hari itu, rakyat Indonesia akan menentukan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk Periode 2019-2024. Tidak hanya itu, rakyat Indonesia akan menentukan pilihan wakil wakil rakyat yang duduk di DPR dari Kabupaten/Kota, Propinsi dan Nasional. Menurutku, dari semenjak aku lahir hingga sekarang, tahun 2019 ini Pemilihan Umum yang sangat luar biasa. Di negara demokratis seperti  NKRI ini, ada kebebasan untuk setiap Warga Negara Indonesia dalam hal menentukan sosok atau figur yang layak untuk memimpin NKRI.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Republik Indonesia merdeka atau lepas dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara Indonesia dijajah oleh Belanda ( Dutch) selama kira kira 350 tahun. Kemudian dijajah oleh Jepang (Japan) selama 3,5 tahun. Hidup di alam penjajahan adalah hidup dalam tekanan, penderitaan dan kesengsaraan. Kemerdekaan Indonesia tidak pemberian Belanda atau Jepang. Kemerdekaan Indonesia adalah rokhmat Allah SWT dengan perjuangan yang gigih dari ribuan hingga jutaan para pejuang Indonesia. Tidak sedikit harta benda dan  kekayaan rakyat Indonesia yang dikorbankan. Bahkan ribuan hingga jutaan pejuang  rela menumpahkan darahnya di tanah air Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia ini.

Cita cita para pejuang dan pendiri NKRI tertera pada Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

Para pembaca yang budiman, sengaja penulis menulis artikel dengan judul "Negera Indonesia Milik Siapa? adalah sangat erat sekali kaitannya Tujuan Negara oleh para pendiri NKRI untuk menentukan pilihan pemimpin NKRI lima tahun kedepan. Sebenarnya  judul artikel ini sangat mudah untuk dijawab oleh murid SD atau MI dan para pembaca blog ini. Tentu saja jawabnya adalah Negera Indonesia ya milik seluruh rakyat Indonesia. 


Kalau Negara Indonesia milik dari seluruh rakyat Indonesia, perlu disadari bahwa dari kalimat itu ada sesuatu yang tersirat. NKRI bukan milik Presiden atau Wakilnya, NKRI bukan milik Asing, NKRI bukan milik Golongan Tertentu atau Kelompok tertentu.


Para pembaca yang budiman, walau NKRI bukan milik Presiden atau Wakil Presiden tetapi sangatlah penting bagi kita untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang bisa mengarahkan, membimbing dan bekerja bersama rakyat Indonesia untuk meraih cita cita para pendiri NKRI ini. 


Ada dua calon yang akan kita pilih yaitu Pasangan Capres dan Cawapres 01 Bapak Joko Widodo dan Bapak Makruf Amin dan Pasangan Capres dan Cawapres 02 Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka adalah orang orang baik dan sebagian besar pembaca setuju dengan pendapat penulis. Tetapi kita seharusnya memilih satu pasangan calon yang terbaik untuk NKRI ini dengan menentukan pilihan pada PEMILU 17 April 2019.


Baiklah para pembaca yang baik hati. Supaya kita tidak bingung menentukan pilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di PEMILU 17 April 2019, Pasangan yang kita pilih adalah beliau beliau yang:
1. Bertaqwa kepada Allah SWT.
2. Mencintai Tanah Air dan Rakyat Indonesia dan tidak berpihak untuk kepentingan Asing.
3. Tidak suka berbohong
4. Sikap tawaduk dan tidak suka membelakangi Para Ulama
5. Tidak mengingkari janji.
6. Suka bekerja keras.
7. Bisa bersikap adil dan mengayomi Rakyat Indonesia.
8. Demokratis dan tidak otoriter.
9. Capres dan Cawapres yang kompak dan bisa bekerja sama.
10. Mereka berusaha menciptakan lapangan kerja untuk anak negeri bukan untuk asing.
11. Sangat peduli dengan orang orang di sekeling tempat tinggal mereka terutama yang nasibnya belum beruntung.
12. Never Surrender dan Never Give Up (Tidak pernah menyerah) untuk selalu berjuang bersama Rakyat Indonesia untuk meraih kesejahteraan bersama.
13. Tidak mengimpor beras, jagung, garam, gula, alat pertanian dan air. (Negara RI agraris)
14. Rela berkorban dan bertanggung jawab untuk kepentingan negara.
15. Karena wilayah NKRI sangat luas laut, darat dan udaranya maka Capres dan Cawapres pilihan kita harus bisa berlari, berenang dan terjun payung. 
16. Mampu berbahasa internasional dengan baik aktif maupun pasip untuk melangsungkan hubungan baik dengan negara negara lain di dunia.

Baiklah para pembaca, apa yang kutulis diatas hanya sekedar pendapat dan gagasan. Mungkin para pembaca mempunyai pendapat atau gagasan yang berbeda, silakan.Terakhir adalah harapanku: Siapapun yang jadi Presiden dan Wakil Presiden  Republik Indonesia pilihan rakyat #2019 semoga mendapat ridho Allah SWT untuk kebaikan NKRI. NKRI benar benar menjadi negara mandiri dan tidak bergantung dengan negara lain. Demikian, terima kasih dan semoga gagasan ini bermanfaat.


Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokhatuh.
MERDEKA

Artikel terkait : Renungan Kemerdekaan Republik Indonesia

Senin, 24 September 2018

Laker sepedha motor jebrol ana tengahing alas.

Saka Pati ....rencana wis gilig...tumuju ana bekas kerajaan kang misuwur ya kuwi Kediri Jawa Timur....saperlu maringi suntikan motivasi lan nambani kangen anak no 2 kang rong wulan ora ketemu kang ngudi kawuruh ana ing Darul Ma'rifat Gontor 3 Kediri.

Bismillah. Oyak oyakan karo truk, bus, mobil alus, tronton, sepedha lan sepedha motor liyani. Siji ana sak jeroning ati bisa ketemu anak.

Rute kang dak jupuk Pati Juwana Rembang Blora Cepu Bojonegoro Nganjuk. Antarane Bojonegoro Nganjuk kuwi ana alas kang kudu dak lewati saka Dander Temayang lan Ngancik Kuto Nganjuk dawane kira kira 50 km.

Tumeko Temayang, sawijining desa ana tengahing wono... utawa Desa paling selatan Kab. Bojonegara, sepedha motor sing dak tumpaki ro ibune rasane gak kepenak. Grag greg...grag greg. Ana kang ra beres ki. Aku mandeg sawetara. Rumangsaku oli mesin wis wayahe ngganti durung tak ganti. Aku tuku oli ana toko pinggir ndalan kang isih bukak.

Ana ing toko mau aku nyuwun pirsa kang kagungan toko.... bengkel sepedha motor ana ing tlatah Temayang ....utawa pawongan kang bisa mbenerake. Aku diparingi ngerti. Mlaku sithik mengko ana prapatan. Njupuko dalan lurus kang pavingan. Kira kira 10 - 15 meter takon Mas Gunawan utawa Mas Andi..Sapa ngerti bisa nulung....amerga nek awan awan nyambut gawe ana bengkel sepedha motor.

Ya...sak durunge mlebu Kuto Bojonegara sisih kidul utawa Dander....aku ngendekake laku saperlu ngaso sawetoro lan laporan ro Gusti Allah Sholat Magrib kang dak jamak takdim ro Sholat Isya. Aku lan ibune yakin banget marang Gusti... Allah SWT....bakal nulung pawongan utawa menungsa kang tansah eling marang Gustine....

Sakwise rampung aku takon ongkose. Rampung dak bayar lan matur matur nuwun banget atas pertolongan Mas Gunawan....aku lan ibune nerusake laku. Double starter dak uripake. Reng....Ngancik alas manih.

Ning Alhamdulillah....Swear.....awake dhewe nduwe pikiran yen alas mau peteng lan nyeremake. Ning para kanca...Ora.....Sebagian besar dalan wis dibangun amba banget karo hot mix lan diwenehi lampu penerangan jalan. Matur nuwun banget Pemda Provinsi Jawa Timur....Juos...Sip tenan.

Ora mung kuwi....mbulan ana ing langit tansah ngetutake lakuku...ngancani tekan Pondok Modern Darul Ma'rifat Gontor 3 Kediri. Tekan Gontor 3 pas tengah wengi.
Subhanalloh...
Walhamdulillah...
Walaillahaillalloh...
Huwallohuakbar...
Lakhaula walakuwata illabillahilaliyiladhiiim.
Maha suci Allah...
Puji syukur ya Allah
Tidak ada Tuhan selain Allah
Allah Maha Besar
Tidak ada daya dan kekuwatan kecuali daya dan kekuwatan Allah....

Senin, 27 Agustus 2018

Ditulis dan diposting oleh Damin. Asssalamualaikum Warohmatullohi Wabarokhatuh semua pengunjung. Judul diatas menurut pendapatku demikian menarik bagi kita terutama yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Hari Jumat sore, 24 Agustus 2018, setelah  Sholat  Ashar, seperti biasa aku duduk di ruang tamu sambil menikmati segelas kopi yang dibuatkan oleh istri. Sambil duduk duduk aku buka HP dan aku buka Face Book. Memang ada beberapa Medsos yang dapat aku buka pada saat nyantai. kadang buka WA, kadang buka FB, kadang buka twitter, kadang buka Website Sekolah kadan buka Blog dan kadang searching di Google atau Yahoo. Tapi memang mungkin Allah SWT yang entah karena apa aku buka FB pada sore itu.

Dengan FB yang tidak aku keluarkan akunnya jadi langsung bisa on. Sebuah Pengumuman yang diposting oleh sebuah lembaga  Bptikp Dinpendik Jateng eh langsung ada didepan mata.
Ikuti, Seminar Nasional Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan di Aula BPTIKDIKBUD DInas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Semarang Rabu, 5 september 2018. Peserta terbatas hanya 100 orang. Panitia hanya menanggung konsumsi selama kegiatan. Pendaftaran : http://gg.gg/semnastikjateng2018.
Maaf tautan diatas sudah ditutup oleh Panitia karena pendaftar online sudah melebihi quota.

Gedung BPTIKP Dipendik Jateng Jl Tarupolo Semarang
Ya baru diposting sore itu kira kira 16 menit. Wah peluang ini pikirku. Kemudian dengan HP, aku mendaftar pada tautan link diatas. Pada waktu jam istirahat mengajar pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 siang, aku buka E Mail. Ya ternyata pada E Mail, aku diminta untuk konfirmasi dengan mengetikkan Asal Kabupaten pada tautan Excel On line. Menurut info di E Mail dari Panitia ada 144 Pendaftar dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Tengah. Konfirmasi dapat hadir pun dipatok hingga jam 18.00 atau jam 6 sore. Setelah jam yang ditentukan maka akan diputus tautan Pendaftaran dan Tautan On Line Konfirmasi. Selain itu pada E mail juga disediakan tautan untuk masuk ke Group WA.

Ya...demikian jaman sekarang yang serba on line. Semua harus berjalan secara cepat. Kita tidak dapat menyalahkan siapapun dalam hal ini. Sore Pendaftaran secara online sampai malam....Siang nya diberikan balasan e mail untuk konfirmasi itupun sampai jam 6 sore. Luar biasa...Ya sebagai pendidik tentu memahami kerja dari Panitia ini. 

Apakah penulis dapat dipanggil atau tidak itu masalah  rejeki.Ya harapan penulis dapat dipanggil untuk ikut seminar. Karena pada malam ini aku lihat pada yang sudah konfirmasi, ada 99 yang sudah konfirmasi dengan mengetikkan nama Kabupaten dimana mereka bekerja. Dan pada lampiran excel online namaku ada di no urut 24 dari 99 yang telah konfirmasi. Alhamdulillahirobbilalamiin. Demikian teman, semoga posting ini bermanfaat.

Kamis, 09 Agustus 2018

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog.
Setelah sekian lama penulis tidak meposting artikel atau apapun di blog ini, ingin rasanya aku menulis sebuah pengalaman yang luar biasa yaitu terseleksi untuk mengikuti Seminar Nasional secara gratis tis yang diselengggarakan oleh Kesharlindung Dikdas Kemendikbud. Awalnya aku tidak percaya tapi itu memang suatu peristiwa yang benar benar aku alami. Alhamdulillah.
Berangkat dengan Pesawat Terbang dari Semarang ke Jakarta
Gratis berarti tidak mengeluarkan sepeserpun dari uang pribadi. Ya, aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun tuk mengikuti Seminar Nasional bidang Pendidikan di Hotel Mellinium selama 5 hari di Jakarta karena semua ongkos perjalanan dan akomudasi ditanggung oleh Kesharlindung Dikdas. Walaupun gratis tis tapi seleksi untuk mengikuti acara tersebut adalah sangat ketat. Persaingan yang demikian berat harus diikuti. 



Awalnya adalah kita harus mempunyai akun online di situs Kesharlindung Dikdas. Sudah memiliki NUPTK adalah prasarat yang paling utama untuk mendaftar memiliki akun pada situs tersebut. Setelah kita masuk kita secara online mengirimkan karya tulis dengan aturan aturan tertentu sesuai dengan Panduan Seminar Nasional tahun 2018.


 Karya tulis yang aku kirimkan adalah Karya Tulis Ilmiah Tahun 2017 dengan judul karya "Memanfaatkan Media Video dan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 1 Kayen. Ya...sebuah karya untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran. Aku buat sebuah Video Cerita yang didalmanya ada cerita The Legend of Prambanan Temple  dan Two Goats. Kemudian kedua cerita itu aku simpan ke dalam CD dan juga Flash Disk. Kemudian aku pertontonkan kepada para siswa kemudian para siswa memanfaatkan Mind Mapping untuk mengembangkan ide menulis cerita.

Mampir Ke Masjid Istiqlah....Jarak dari seminar dekat...Sebelum waktu Check in Kegiatan
Para pembaca yang budiman. Karya tulis haruslah asli buatan kita sendiri tidak menjiplak atau meng copy paste dari karya karya yang sudah terbit di Media Masa secara online.. Similarity tidak boleh lebih dari 30%. Dan Citasi nya juga dipertimbangkan.

Pulang dengan Kereta Api dari Jakarta ke Semarang
Semoga artikel yang sederhana ini bermanfaat. 

Jumat, 09 Maret 2018

Ditulis dan dipostingkan oleh Damin.

Para pembaca yang budiman. Sebagaimana  diketahui bahwa pendidikan adalah tugas bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Pemerintah menyelenggarakan pendidikan formal yang berjenis dan berjenjang. Penyelenggaraaan pendidikan oleh pemerintah dimulai dari Play Group, Taman Kanak Kanak, tingkat dasar, tingkat menengah hingga perguruan tinggi. Pemerintah juga memberikan rambu rambu penyelenggaraaan pendidikan oleh pemerintah itu sendiri, masyarakat dan keluarga dengan mengeluarkan Undang Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang berlaku untuk penyelenggaraan pendidikan di NKRI  (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Menurut UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pada BAB II pasal 3 dinyatakan fungsi dan tujuan Pendididkan Nasional. Fungsi Pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 

Demikian baik dan ideal tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana telah penulis utarakan di atas bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. Walaupun keluarga telah menyekolahkan anak anak mereka ke sekolah sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat, bukan berarti keluarga lepas tanggung jawab. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab bersama, keluarga harus mendidik, membimbing, dan mengarahkan anak anak mereka sewaktu anak anak berada di lingkungan keluarga.. 

Walaupun para orang tua mengirim anak anak mereka ke sekolah sekolah negeri, sekolah sekolah swasta atau sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, mereka mempunyai tanggung jawab yang demikian besar untuk pendidikan anak anak mereka.  Anak anak yang bersekolah di satuan pendidikan tertentu, mereka pulang ke keluarganya masing masing pada sore dan malam hari. Mereka juga berada di dalam lingkungan keluarga mereka pada saat hari libur. Dengan kesadaran yang demikian besar antara masyarakat, pemerintah dan keluarga untuk ikut mencapai tujuan pendidikan adalah merupakan salah satu ciri dari pendidikan masa kini. 

Dengan jaringan internet pada komputer, lap top, tablet, note book dan berbagai jenis hand phone telah memicu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian cepat. Sebagai efek samping dari layanan online ini, ujian nasional pun dilaksanakan dengan berbasis komputer dengan istilah UNBK. UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir di tingkat SMP, SMA ,SMK dan sederajat. Para orang tua yang mempunyai anak anak di berbagai jenjang dan jenis pendidikan yang akan menempuh ulangan, test, dan ujian baik itu ulangan harian, test tengah semester, tes akhir semester, UASBN atau UNBK, mereka seyogyanya menemani dan mendampingi anak anak mereka dalam mempersiapkan ulangan test atau ujian. 

Menurut laman Sahabat Keluarga ada beberapa kiat untuk menghadapi Ujian Nasional tahun 2018. Pada gambar poster tersebut ada sebuah slogan Prestasi Penting Jujur Yang Utama. Disamping itu, pada gambar tertulis beberapa hal yang perlu dipersiapakan bagi para peserta didik dalam menghadapi Ujian Nasional tahun 2018 yang berhubungan dengan Jiwa,Raga dan Teknis. Berkaitan dengan jiwa dan raga yang perlu dipersiapkan para peserta didik adalah: 1) menjaga kesehatan, 2)berdoa dan meminta restu orang tua, 3) berpikir positip, 4)percaya diri, 5) yakin jika berusaha pasti akan berhasil dan 6) tidak tergoda membeli kunci jawaban. Sedangkan yang dipersiapakan para peserta didik yang berkaitan dengan teknis adalah sebagai berikut: 1) perbanyak latihan mengerjakan soal soal tahun lalu, 2) belajar kelompok dan bertanya guru jika perlu, 3) menggunakan catatan/ mind mapping untuk mengingat materi, 4) persiapan perlengkapan ujian 5) di saat ujian tetap konsentrasi dan mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Rujukan penulisan Kiat Kiat Mengadapi Ujian Nasional tahun 2018 

Para pembaca yang budiman, kepercayaan diri para peserta didik disaat mengerjakan ujian nasional adalah hal yang sangat penting. Kepercayaan diri akan tumbuh apabila para peserta didik mampu menguasai sebagaian besar materi yang akan diujikan. Penguasaan materi pelajaran dilaksanakan oleh para siswa  di sekolah dan di rumah. Ketika berada di sekolah. para siswa dalam belajar akan bersama teman teman mereka dan dipandu oleh bapak ibu guru yang mengajar. Bila para peserta didik belajar pelajaran di rumah tentu mereka akan ditemani dan didampingi oleh kakak atau orang tua mereka. Perhatian dan motivasi kakak atau orang tua siswa dalam menghadapi Ujian Nasional sangatlah penting. Sebagai salah satu wujud perhatian kakak atau orang tua adalah mematikan televisi, mematikan radio, dan bila perlu menonaktifkan hand phone atau membuat nada getar pada saat anak anak atau adik sedang belajar.

Orang tua perlu menyadari bahwa keberhasilan peserta didik dalam pendidikan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah,pemerintah atau masyarakat. Peran keluarga dalam pendidikan termasuk kunci utama untuk keberhasilan anak anak mereka dalam mencapai tujuan pendidikan. Orang tua akan merasa senang bila anak mereka menjadi manuasia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua akan merasa bahagia apabila anak mereka memiliki aklhak mulia, orang tua akan merasa gembira bila anak anak mereka berilmu, cakap, kratif dan mandiri, orang tua akan merasa bangga apabila anak anak mereka menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.


Posting Artikel  ini disertakan pada Lomba Blog pada laman:
#sahabatkeluarga


Senin, 12 Februari 2018

Ditulis lan dipostingke dening admin Blog


Para kanca kabeh. Ana ing kalodangan iki, penulis berbagi pengalaman kanthi judul "Udan deres ana ing tengahing Alas Bojonegoro Nganjuk"

Wayah sore, aku ibune lan anak kang nomor 3, wis nglewati Dander Bojonegoro. Arep mlebu alas ...ban ngarep sepedha motor nggembes. Alhamdulillah...ana pawongan kan nulung nuduhake bengkel kang gelem nembel ban. Aku gak gelem resiko amergo wis ana 3 tambalan,, aku nyuwun ban diganti kang anyar. Perlu 1/2 jam Mase ngrampungake bongkar lan pasang ban anyar..

Jam ana ing HP nuduhake angka 19.00. Adhan Isyak wis mulai dak rungokake. Angin sempribit lan udan deres banget. Kilat lan gluduk nyamber nyamber nambah suasanane ati misris. Nanging tujuan saka ngomah kang gilig  kudu kaleksanan ya kuwi tilik anak kang no 2 kang nembe ngudi kawuruh ana ing Gontor 3, Gurah, Kediri. 

Aku, ibune lan anak kang angka 3 nganggo jas udan sakdurunge nembus dalan kang nglewati alas sekitar 50 km. Saking deresing banyu kang tiba saka langit, ya awak tetep teles. Aku ora wedi anane wedenan awujud pocong, wewe gombel, lan memedi liyane. Aku gak samar marang dalan kang dak lewati. Aku mung wedi dening pawongan kang ana niat ora apik. Aku ugo samar marang anane rewele sepedha motor ana tengah alas kang dak lewati.

Subhannalloh...walhamdulillah...walailahaillalloh huwallohuakbar.....
Dhikir ....ana sakjeroning ati. Anak lan sisihanku ugo ndremimil ana ing lathi ukoro kuwi. Ngancik ana ing dalan laladan alas Nganjuk...ana cah nonoman 3 kang mandhek nganggo sepedha motor.. Sandhangan lan nggon nggonane nyala wadi. Aku ngebel...dhit dhit dhit...karo pawongan mau. Aku nge gas sepedha motor sak kenceng kencenge. Mung wae aku ngati ati merga dalan nikang nikung lan munggah mudun.

Alhamdulillah...cah .nom noman mau ora ana niat elek. Nanging aku kudu tetep waspada. Aku tekan Kota Nganjuk kira kira jam 9 bengi. Tekan Kediri jam 11.30 kanthi slamet lujeng Alhamdulillah.....Udan, bledek lan gluduk mono mung paringane Gusti Allah...Ya...aku ora keno ngresulo, sing penting gusti muga tansah maringi sehat, seger kuwarasan, lan slamet fidun ys  wal akhiroh. Slamet ndonyane ya slamet akherate. 

Selasa, 15 Agustus 2017

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog



Perjuangan dengan segala pengorbanan telah dilaksanakan oleh para pejuang negeri ini pada saat kemerdekaan sekitar 72 tahun lalu . Tak hanya harta benda yang dikorbankan tetapi juga keluarga dan nyawa yang dipertaruhkan. Tak terhitung dengan nilai rupiah dan tak tergadaikan dengan nilai dollar. Dengan semangat perjuangan, para pejuang dengan segala daya upaya telah melepaskan negeri ini dari para penjajah yang sangat kejam.

Sebuah kenyataan.....apabila kita hidup di saat itu tentu kita terlibat dengan perjuangan untuk menegakkan merah putih tetap berkibar di negeri kita tercinta INDONESIA. Ikut menelorkankan dasar yang kuat bagi bangsa ini yaitu Pancasila dan UUD 1945 sebagai salah satu alat pemersatu bangsa dan sekaligus untuk meraih tujuan didirikannya negeri ini yang terdapat pada Alinia ke IV Pembukaan UUD 1945.

Kita sebagai bagian dari negeri ini tentu bakal mempertahankan keerdekaan dengan cara mengisi kemerdekaan. salah satu diantaranya adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa negeri tercinta kita INDONESIA. Bahu membahu untuk saling bekerja sama mengisi kemerdekaan dengan bekerja keras sesui dengan bidang pekerjaan kita masing masing. Memang belum sepenuhnya tercapai cita cita para pendiri dan masyarakat pejuang  negeri ini, tapi paling tidak kita selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk diri kita, keluarga dan negeri ini.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia dan orang orang yang berjuang ikut mendukung berdirinya negeri ini. Dan semoga kita yang merupakan bagian dari negeri ini dapat ikut mempertahankan dan sekaligus mengisi kemerdekaan negeri ini sampai hembusan nafas yang terakhir.

DIRGAHAYU  REPUBLIK INDONESIA YANG KE 72