Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2016

Dituls lan dipostingke denng Penulis. Dino Setu awan  kiro kiro jam 2, aku, ibune lan si bungsu tak kanti budhal saka omah ngannggo sepedha motor, saperlu niliki anak kang pambarep lan no loro kang nembe sinau ana ing Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Saka Kutho Pati. Ana njero pikiran aku arep nglewati rute Juwana Rembang Blora Cepu Bajanegara Ngawi Magetan Madiun lan Ponorogo. Sakwise tekan etane kutho Juwana, sajak grimis, lan arep udan.

Aku noleh langit sisih kidul kulon. Langit sajak padhang. Olehku nyepedha tekan nglewati Juwana, aku mbalik 180 derajat. Aku njupuk arah kiri. Saka Juwana ngidul tekan Jakenan, Winong, Gabus, Tambakromo. Sobek sobek. Tekan Tambakromo udan deres.  Aku mandek. Njupuk jas udan ana ing ngisor jok. Banjur sepedha motor tak stater. Aku nerusake laku, motong munggah Gunung Kendeng. Aku tekan Maitan. Ana ing Desa Wukir Sari, bes. Ban nggembes.Aku mandehek. ibune lan anak bungsuku tak udhunke lan ngenteni ana angkruk sak pinggire dalan gedhe. Sepedha tak gladhak, nggolek tukang tambal ban. 


Para pembaca kang minulya, mesthi bae iso nebak. Sepedha motor kang dak gladhak mesthi ban njerone rusak. Mulo aku nyuwun tukang tambal ban ngganti ban njero bae. Udan isih deres. Kabut ugo sajake kandel banget. Hawane sajak atis banget. Mbutuhake kira kira 1 jam, tukang ban mbenakake. Mergo aku kudu andri dhisik. Aku sajak diwelehke Gusti Kang Akariyo Jagad. Allah SWT.  Yen jatahe kudanan ya mesthi kudanan. 


Sakwise rampung, aku nerusake laku. Saka Maitan, aku njupuk rute Pelem Sengir, Tegal Rejo, Ngidul terus, Tekan Bleduk Kuwu, Wirosari. Wirosari ngidul terus, Kradenan, Jenar, Sambung Macan (Kabupaten Sragen sisih Wetan). Aku banjur tekan Ngawi, Magetan, Madiun lan Ponorogo. Alhamdulillah, tekan tujuanku kiro kiro jam 12 bengi, kanthi slamet lujeng ora ana alangan apa - apa.

Jumat, 05 Februari 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis
Hari ini, sekitar pukul 11.00 WIB, hujan deras hingga pukul 12.00 di sekitar Pati kota dan sekitarnya. Di Perumnas Kutoharjo, terjadi banjir di Jalan perumnas karena dangkalnya dan menyempitnya saluran air di kanan dan kiri jalan. Saluran air utama di Jalan Amarta Raya kurang berfungsi dengan baik karena penyempitan dan pendangkalan. Sebab yang lain adalah diatas saluran diberi pagar dan bangunan lain. Untuk mengatasi hal ini menurut pendapat penulis perlu normalilsasi saluran air terutama di kanan dan kiri Jalan Amarta.  Inilah beberapa gambar dokumentasi.






Untuk lebih jelasnya, saksikan sebuah tayangan video berikut :



Pendapat Penulis berkaitan dengan permasalahan tersebut silakan klik :
Upaya Mengatasi Banjir di Perumnas Kutoharjo Permai Pati Jawa Tengah

Bagaimana upaya mengatasi atau mengurangi banjir yang sering terjadi di Perumnas Kutoharjo?
Silakan Klik Disini

Demikian,semoga posting ini bermanfaat.

Senin, 01 Februari 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Bandungan, Sumowono dan Temanggung adalah tempat di Jawa Tengah yang indah dengan pemandangan alam dan udara yang sejuk bahkan kadang berkabut. 






Senin, 04 Januari 2016

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Shobat, Komunitas Pati berkebun adalah sebuah perkumpulan warga Perumnas Kutoharjo Kabupaten Pati. Komunitas ini adalah perkumpulan warga yang benar benar suka menanam tanaman atau penghijauan di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Inilah contoh hasil karya tanaman yang telah ditanam.






Kamis, 10 Desember 2015

Ditulis dan dipostingkan oleh Admin Blog.
Shobat, kegiatan sehari hari yang kita lakukan kadang membuat kita jenuh. Kita butuh refreshing atau menyegarkan pikiran kembali. Bukan sekedar pamer shobat...tapi aku sengaja menulis pengalaman yaitu "Travelling ke Pacitan".  Siapa tahu shobat yang hobinya travelling, bepergian atau sekedar berpetualang bisa singgah di Pacitan. sebuah kabupaten di Jawa Timur  kelahiran Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden dua periode RI sebelum Presiden RI sekarang Bp Joko Widodo. Di sebelah timur Kabupaten Pacitan adalah Kabupaten Trenggalek. disebelah utara Kabupaten Ponorogo dan di sebelah barat Kabupaten Wonogiri dan di sebelah selatan adalah Samudera Hindia atau Pantai Selatan.

Hari Rabu, 9 Desember 2015, ada libur nasional sehari dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak di seluruh Indonesia. Saya yang berada di Kabupaten Pati pada hari tersebut belum dilaksanakan Pemulihan Kepala Daerah karena masa kerjanya masih. Pada hari itu adalah kesempatan bagiku untuk menjenguk 2 anak kami yang berada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Hari Kamis sore aku berasama istri dan si bungsu berangkat dari Pati dengan sepeda motor. Dari Pati, aku menuju ke Purwodadi. dari selatan kota Purwodadi, kami mengambil arah ke timur sampai sekitar Kuwu. Kemudian kami mengambil arah selatan, sampai di Sambung Macan Sragen, kami mengambil arah ke timur menuju Kota Ngawi. dari Ngawi mengambil ke arah selatan menuju Magetan daerah Maospati. Dari Maospati ke Madiun kemudian ke Ponorogo, Gontor. Setelah bertemu kedua anak kami dan memberi motivasi, pagi harinya kami pulang.



Dalam perjalanan pulang, kami teringat Pacitan. Kabupaten  di sebelah selatan Ponorogo. Menurut cerita teman, Pacitan adalah kabupaten dengan seribu goa dan pantai pantai yang demikian indah. Dengan persetujuan istri , kami putuskan untuk menuju ke Pacitan. Uang saku untuk beli Pertamak dan makan kami perkirakan cukup. Dari Ponorogo aku ambil arah ke selatan. Memang benar jalan berliki-liku dan naik turun sesuai dengan karakter perbukitan dan pegunungan. Walau demikian kami merasa senang karena jalan demikian halus dan pemandangan disepanjang perjalanan yang demikian indah. Seolah olah kami berada didunia lain. Sesampai di perbatasan. kami berhenti sejenak untuk mengabadikan sebuah tulisan. Pacitan Kota Seribu Goa.


Setelah masuk kabupaten Pacitan, kami bertanya pada dua anak muda. Kalau menuju ke pantai arahnya kemana Mas. Satu dari anak muda tadi memberi penjelasan bahwa ada dua jalan besar. Tapi kalau bapak ingin kepantai lewat jalan tembus ke selatan ini sehingga samapi di pantai Lorok, Di Lorok ada beberapa pantai yang dapat dikunjungi yaitu Pantai Taman, Pantai Soge dan Pantai Pidakan. Bila bapak ingin menuju ke Pacitan ambil arah ke barat disitu ada jalan raya menuju ke Pacitan hingga arah Wonogiri dan Solo. Kalau bapak sampai di daerah itu ada jembatan yang demikian indah namanya Jembatan Soge. 



Sesampai di tengah perbukitan. istri membeli lontong bungkus dengan harga Rp. 2000,- per bungkus ditempat keramaian di salah satu TPS di dekat kantor desa yang pada saat itu sedang mengadahan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Rakyat pedesaan yang kami lewati demikian antusias memilih walau sebagian masyarakat harus rela berjalan kaki. Banyak masyarakat yang kami lewati demikian ramah. Diantara mereka bahkan ada yang meminta kami untuk mampir ke kediaman mereka. Kami mengucapkan banyak terima kasih karena kebaikan mereka. Karena kami ingin sampai di tempat tujuan, kami menolak secara halus dan mengucapkan terima kasi kepada mereka.


Sesampai di Lorok, kami ambil arah selatan. Kami sampai di Lokasi Pantai Taman. Kami tidak masuk di situ karena pertimbangan keuangan. Kami meluncur kearah barat. Tampaknya ada pantai yang demikian indah dan masih perawan. Pantai Soge. Pantai dengan pasir putih dan pemandangan yang demikian indah, Kami masuk ke lokasi ini tanpa membayar sepesenpun alias gratis. Di pantai itu kami menikmati keindahan deburan ombak dan hamparan pasir putih. Kami tidak sendiri melainkan ada banyak pengunjung disitu. Subhannalloh. Perjalanan yang demikan jauh sekitar 80 km dari Ponorogo terasa terobati dengan menyaksikan hamparan Laut Selatan atau Samudera Hindia ini. Air laut yang demikian jernih ditiuap angin dan ombak yang bekejar kejaran setinggi 1 sampai 4 meter, Kami minta salah satu pengunjung untuk mengabadikan kami di Pantai itu. Sebenarnya kami ingin masuk dan main air di pantai tersebut tapi kami khawatir deburan ombak.


Inilah beberapa gambar dari Pantai yang kami kunjungi.


VIDEO SEBUAH PANTAI YANG MASIH PERAWAN 
DI PACITAN , SILAKAN KLIK 


Minggu, 28 September 2014

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Para pembaca yang berbahagia. Pada kesempatan ini, penulis berbagi sebuah masalah yaitu Banjir yang sering terjadi di Kawasan RT 01,02,03,04,05,06,07 RW 08 di Perumnas Kutoharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan sekaligus memberikan ide upaya mengatasi permasalahan tersebut. Mengapa penulis perlu berbagi masalah ini? Penulis dan beberapa teman sudah sering mengusulkan masalah tersebut lewat forum pertemuan secara resmi ataupun tidak resmi. Tapi hasilnya selalu nihil. Kadang hanya kata-kata yang tidak mengenakkan yang penulis dan teman-teman dapatkan. Maksud dan tujuan menuliskan permasalahan  ini adalah supaya masalah tersebut mendapat tanggapan secara serius dari pihak yang berwenang dan dari warga penghuni kawasan tersebut dan adanya tindak lanjut.



Para pembaca blog yang berbahagia. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa RW 08 Perumnas Kutoharjo Pati, merupakan salah satu titik pantau pada Penilaian Kabupaten Pati atas Perolehan Penghargaan Adipura Kencana Tahun 2014. Kalau kawasan ini dilihat pada musim kemarau, kawasan ini tampak indah,rapi,udara bersih tidak berbau. Karena warga yang tingal di wilayah ini senang menjaga kebersihan lingkungan, suka menanam tumbuhan atau bunga di pot-pot atau dan menanam tumbuhan atau bunga di kawasan tanah kosong yang belum dibangun rumah dilakukan secara gotong royong atau kesadaran masing-masing warga. Pembuangan sampah juga ditaruh di tempat-tempat sampah yang secara rutin diambil oleh Petugas Sampah dan sampah diambil dan dibuang di tempat pembuangan sampah yang telah ditentukan. Jalan jalan sudah diaspal.

Kesadaran warga yang demikian tinggi untuk kebersihan,keindahan dan ketertiban lingkungan, tidak diimbangi dengan kesadaran perlunya penanganan yang serius akan penyelesaian masalah banjir yang sering terjadi di musim penghujan. Penulis bukanlah seorang ahli bangunan. Penulis hanya seorang warga biasa. Tetapi  penulis bertempat tinggal di kawasan tersebut.

Coba kita tengok keadaan lingkungan tersebut dari tahun ke tahun. Bila ada hujan deras terus menerus di daerah tersebut selama 2 jam, sudah bisa dipastikan air yang mengalir di got got kanan dan kiri jalan meluap sampai di sepanjang Jalan Arjuna dan Jalan Bima. Bahkan jika hujan berlangsung 3 atau 4 jam, ketinggian air di jalan samapi 30 cm - 50 cm di jalan jalan Bima atau Jalan Jalan Arjuna Bahkan banyak rumah warga yang digenangi air. Bila tidak diatasi air luapan akan  masuk ke dalam rumah akan mengotori rumah. Atau yang lebih parah lagi  dapat merusak dokumen-dokumen penting yang terbuat dari kertas yang tidak sempat mengamankan.

Apa sebenarnya penyebab banjir di kawasan RW 08 Perumnas Kutoharjo,Kec. Pati, Kabupaten Pati tersebut? Menurut analisa penulis ada beberapa penyebab dari banjir tersebut, diantaranya adalah:
1. Sebagian besar saluran air di kiri dan kanan sepanjang Jalan Bima dan Jalan Arjuna tersebut menyempit dan adanya pendangkalan akibat pengendapan lumpur selama bertahun-tahun.
2. Tidak berfungsinya saluran air utama di sepanjang  Jalan Amarta Raya di sebelah kiri dan kanan jalan diakibatkan pendangkalan dan penyempitan  serta beralih fungsinya saluran utama menjadi kawasan milik perseorangan. Dipagari atau ditutup dengan dicor secara permanen sehingga sulit untuk dilihat dibuka untuk dikontrol kebersihannya.

Menurut pendapat penulis, ada 4 cara untuk mengatasi Ancaman Bencana banjir besar di Kawasan RT 06 RW 08 Perumnas Kutoharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
1. Normalisasi saluran air di sepanjang Jalan Bima dan Jalan Arjuna dengan menambah lebar dan mengeduk lumpur atau endapan.
2. Normalisasi saluran air utama di kanan dan kiri Jalan Amarta Raya Perumnas Kutoharjo dengan memperlebar dan memperdalam saluran air paling tidak ukurannya sama dengan saluran air di depan di tepe jalan  SMA Negeri 2 Pati atau dibuat seperti saluran air sebesar sebelah kiri jalan Pentol Blaru ke selatan.
3. Mengembalikan fungsi sebagai saluran air milik pemerintah atau bersama, bukan milik perseorangan di sepanjang kanan-dan kiri Jalan Amarta Raya.
4. Warga tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk pengatasan masalah No. 1 dan 4, Isya Allah, dapat diatasi dengan kesadaran warga dengan dukungan Pemerintah. Tetapi untuk mengatasi masalah No 2 dan 3, menurut pendapat penulis, adalah sudah merupakan wewenang Desa atau yang lebih tepat adalah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pati, karena  butuh dana puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Apabila jumlah yang demikian besar dibebankan ke warga di kawasaan teraebut jelas keberatan. Semoga tulisan ini memperoleh tanggapan yang positip dari berbagai pihak dan semoga ada tindak lanjut untuk mengurangi bahaya banjir di musim penghujan atau bisa menghentikan banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut. 

Dan dengan demikian bisa mencerminkan kawasan yang menjadi salah satu Titik Pantau Penilaian Adipura Kencana Kabupaten Pati yang sebenarnya...........

Demikian terima kasih......